Cerita Lucu: Bos yang Menyamar
Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai.
Semua pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja, kecuali dirinya. Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya, "Berapa gajimu seminggu?" Dengan sedikit terkejut, pemuda itu melihat ke arah si bos dan berkata, "Hmmmm sekitar 100.000 per minggu, kenapa memangnya?"
Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda, "Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari sana. Aku tak mau melihatmu lagi!"
Dengan keterkejutan luar biasa dan juga takut, si pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa banyak bicara. Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya yang sedari tadi memperhatikan adegan itu. "Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas tersebut?" tanyanya.
Suasana menjadi hening sampai akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit ketakutan, "Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar pizza yang mengantar pesanan personalia..."
Menjual Televisi Berwarna
Seorang pria berjalan ke sebuah toko elektronik dan bertanya kepada petugas, "Apakah Anda menjual televisi berwarna?"
"Ya," kata petugas.
Pria itu menjawab, "Kalau begitu berikan kepadaku TV yang berwarna hijau."
***
Mencuri di Dekat Rumah
Seorang maling tertangkap karena mencuri di sebuah toko yang berada di seberang rumahnya.
Dalam investigasinya, polisi bertanya kepada maling tersebut: "Mengapa kamu memilih untuk mencuri di toko ini?"
Pencuri itu berkata: "Karena toko ini sangat dekat dengan tempat tinggal saya. Bapak kan tahu, keamanan masyarakat kita akhir-akhir ini kacaunya bukan main, saya tak berani meninggalkan rumah saya sendiri terlalu lama, takut dimasuki pencuri..."
***
Dipastikan Dulu Sudah Mati Atau Masih Hidup
Dua pemburu sedang naik gunung pergi berburu, sama sekali di luar dugaan, salah seorang pemburu tiba-tiba jatuh pingsan di tengah jalan. Melihat keadaan ini, teman berburu yang satunya lagi resah dan kalang kabut bukan main, maka itu ia segera mengontak telepon gawat darurat.
"Hallo, apakah Anda sedang memerlukan bantuan?" dari seberang terdengar suara operator Telkom.
"O, kami sekarang sedang berada di jalan melakukan perburuan. Salah seorang di antara kami tiba-tiba jatuh pingsan, tolong segera panggilkan sebuah ambulans. Harus cepat!" kata pemburu itu dengan nada panik. Di gagang telepon terdengar suara sang operator lebih lanjut: "Tenang, Pak! Harap dipastikan dulu apakah pasien ini sudah mati!"
Sejenak kemudian, di dalam telepon terdengar suara tembakan senapan, kemudian diiringi suara terburu-buru dari si pemburu itu: "Aku... aku barusan telah menembaknya mati, selanjutnya bagaimana?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar