Peserta UN SMA Sederajat di Aceh Lulus 99,29 Persen
Banda Aceh, (Analisa). Sebanyak 66.337 siswa atau sekitar 99,29 persen dari peserta Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2011/2012 tingkat SMA/MA/SMK di Provinsi Aceh beberapa waktu lalu, dinyatakan lulus. Sementara sisanya, 475 siswa tidak lulus dari jumlah total peserta UN 66.812 siswa.
Angka kelulusan siswa itu mengalami peningkatan dibandingkan dengan kelulusan tahun sebelumnya. Tahun 2009/2010 kelulusan siswa 98,93 persen dari 81.478 siswa peserta dan tahun 2010/2011 sebesar 99,13 persen dari 82.008 peserta.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Aceh, Drs Bakhtiar Ishak, didampingi Ketua Panitia UN tahun 2012 Provinsi Aceh, Drs Laisani M.Pd dan Sekretaris Panitia Pengawas UN dari Unsyiah, Prof Dr Yusrizal kepada wartawan di ruang kerja Kadis Pendidikan Aceh, Kamis (24/5).
"Alhamdulillah, kelulusan siswa SMA sederajat dalam UN tahun ini mengalami peningkatan, dengan kualitas lulusan yang juga naik," jelas Bakhtiar Ishak.
Dia merincikan, untuk tingkat SMA/MA, kelulusan mencapai 99,42 persen, sedangkan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 98,59 persen.
"Kalau dirincikan lagi, kelulusan SMA/MA jurusan IPA 99,76 persen, SMA/MA jurusan IPS 98,88 persen, SMA/MA Program Bahasa 99,16 persen, SMA/MA Keagamaan 99,18 persen," ungkapnya.
Agara Ranking Pertama
Untuk kabupaten/kota di Aceh, ranking pertama kelulusan ditempati Aceh Tenggara (Agara) 99,94 persen, Bener Meriah (99,93 persen), Aceh Tengah (99,84 persen), Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Gayo Lues masing-masing 99,77 persen.
Sedangkan siswa yang paling banyak tidak lulus di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) 75 orang dari 2.131 peserta, Pidie 55 orang dari 5.644 peserta, Kota Langsa 40 orang dari 3.030 peserta, Aceh Utara 37 orang dari 7.450 peserta, Aceh Timur 32 orang dari 4.102 peserta, Aceh Besar 32 orang dari 3.707 peserta, Aceh Selatan 31 orang dari 3.221 peserta, Bireuen 28 orang dari 6.063 peserta, dan Aceh Barat 26 orang dari 2.583 peserta.
"Di setiap kabupaten/kota, tidak ada yang lulus 100 persen, pasti ada satu dua yang tidak lulus. Dari siswa yang tidak lulus itu disebabkan nilai akhir rata-rata tidak sampai 5,5 dan ada pula rata-rata mata pelajaran nilainya kurang dari empat," terangnya.
Bakhtiar menambahkan, jika dilihat dari perolehan nilai mata pelajaran UN di Aceh tahun ini, juga mengalami peningkatan. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi rata-rata memperoleh nilai A untuk SMA/MA jurusan IPA.
Perolehan nilai UN SMA/MA tertinggi rata-rata diraih oleh siswa di Kota Banda Aceh yang mencapai 8,15, disusul Kota Lhokseumawe 8,06, Pidie 7,98, Kota Langsa 7,97 dan Bener Meriah 7,94.
Menurutnya, hasil lulus dan tidaknya siswa ditentukan oleh kombinasi perolehan ujian nasional dan nilai ujian sekolah. Di Aceh, perolehan nilai kedua ujian tersebut hampir sama, sehingga tidak ada kecurigaan bahwa siswa yang lulus itu dibantu menjawab soal oleh guru saat UN, sebutnya.
Ketua Panitia UN 2012 Provinsi Aceh, Drs Laisani menjelaskan, rencananya pengumuman kelulusan UN bagi siswa SMA sederajat dilakukan Sabtu tanggal 26 Mei 2012, yang ditempel di sekolah masing-masing mulai pukul 14.00 Wib.
lulus 99,50 persen
JAKARTA, (PRLM).- Angka kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) pada Ujian Nasional (UN) 2012 mencapai 99,50 persen. Sementara itu, angka kelulusan siswa pada UN jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 99,72 persen.
Demikian terungkap pada paparan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam acara bertajuk “Editor Meeeting” dan jumpa pers mengenai hasil UN 2012, bertempat di Graha Utama Gedung A Kemdikbud Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/12).
“Pengumuman kelulusan ujian SMA/MA/SMK ini akan dilakukan pada Sabtu, 26 Mei 2012,” ujar Nuh yang didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dia menuturkan, tingkat kelulusan tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.
Dalam paparannya, Nuh mengatakan, pada UN SMA/MA, dari 1.524.704 peserta, yang lulus sebanyak 1.517.125 siswa (99,50 persen). Sedangkan, yang tidak lulus sebanyak 7.579 siswa (0,50 persen). Sementara, pada tahun lalu (2011), angka kelulusan UN SMA/MA sebanyak 99,22 persen, yaitu sebanyak 1.450.498 siswa dari total jumlah peserta ujian sebanyak 1.461.941 siswa. Waktu itu, jumlah yag tidak lulus sebanyak 11.443 siswa (0,78 persen).
Pada UN SMK 2012, jumlah yang lulus sebanyak 1.036.478 siswa (99,72 persen) dari jumlah peserta sebanyak 1.039.403 siswa. Jumlah yang tidak lulus sebanyak 2.925 siswa (0,28 persen).
Sementara, pada tahun lalu (2011), angka kelulusan UN SMK mencapai 99,51 persen, yaitu 938.043 siswa dari jumlah peserta sebanyak 942.098 siswa. Ketika itu, yang tidak lulus sebanyak 4.055 siswa (0,49 persen). (A-94/A-108)
ujian nasional di papua
Pengumuman hasil Ujian Nasional UN tingkat SMU/SMK se- Indonesia termasuk Provinsi Papua akan diumumkan secara serentak, Sabtu (26/5/2012) besok. Sesuai rekap hasil kelulusan UN SMA/MA/SMK tahun ajaran 2011/2012 Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, tingkat kelulusan di Papua meningkat sebesar 1,010 persen dengan presentase 98 persen jika dibandingkan tingkat kelulusan tahun lalu yakni 96,845 persen dengan jumlah peserta 13.091 orang.
Jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 13.807 orang, dan yang dinyatakan lulus 13.517 orang, sementara yang tidak lulus 290 siswa(i).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua James Modouw kepada Tribunnews, Jumat, mengatakan, hasil UN tahun ini tidak
mengecewakan.
"Ujian Nasional yang kita lakukan tahun ini temanya adalah Jujur dan Berprestasi,” kata James Modouw.
James menambahkan, nilai tertinggi 9,80 diraih siswa jurusan IPA dan nilai terendah 0,50 mata pelajaran Matematika jurusan Bahasa. Namun tingkat kelulusan rata-rata daerah 98 persen, dan tahun ini tidak ada kabupaten yang siswanya tidak lulus semua seperti pada tahun lalu.
Sementara, menurut Ketua Panitia penyelenggara UAN 2012 Provinsi Papua Leonard Benaino, mengatakan, SMA Negeri 3 Jayapura meraih rangking satu untuk seluruh Papua dari Jurusan IPA dengan nilai 50,84.
Rangking dua diraih siswa SMA Negeri 4 dengan nilai 50,63, dan SMA Negeri 2 Kurima meraih rangking tiga dengan nilai 50,37.
Sementara untuk program IPS SMA Negeri 4 Jayapura meraih rangking satu dengan total nilai 48,21, SMA Negeri 2 Kurima rangking dua dengan nilai 48,11, dan SMA 45 Entrop Kota Jayapura rangking tiga dengan total nilai 48,02.
Untuk program bahasa, SMA Negeri Kota Jayapura rangking satu dengan total nilai 46,96, SMA Negeri 2 Serui rangking dua dengan total nilai 44,60 dan
SMK Dispora Kotaraja rangking tiga dengan total nilai 43,99.
Hanya Satu Siswa Tak Lulus UN di Depok
DEPOK - Dinas Pendidikan Kota Depok mengumumkan seluruh siswa SMA Negeri di Depok lulus seratus persen. Namun salah satu SMA swasta di Kota Depok salah memberikan data nilai Ujian Sekolah sehingga seorang siswanya tidak lulus Ujian Nasional (UN).
Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Depok akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk membenarkan data Ujian Sekolah tersebut. Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah, mengatakan peserta Ujian Nasional di Kota Depok tahun 2012 ada 14.216 orang. Mereka terdiri dari 711 siswa MA, 8.883 siswa SMK, dan 4.622 siswa SMA.
Menurut Siti, tngkat kelulusan MA dan SMK sebanyak 100 persen. Lain halnya dengan tingkat kelulusan SMA sebanyak 99,98 persen. Hal itu karena ada satu orang siswa yang dinyatakan tidak lulus untuk sementara. Siti menambahkan, siswa yang dinyatakan tidak lulus tersebut memiliki kejanggalan dalam nilai ujian sekolahnya.
"Nilau ujiannnya sama semua. Setelah kami cek lagi ke sekolahnya, ternyata ada kesalahan data yang dikirim dari sekolah ke provinsi," jelasnya.
Dinas Pendidikan Kota Depok akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk memperbaiki nilai ujian sekolah siswa tersebut. Recananya, Siti akan menyerahkan data ujian sekolah itu pada hari senin. "Jadi sebenarnya tingkat kelulusan SMA sederajat di Kota Depok seratus persen," kata Siti.
Sementara hasil ujian nasional, ujar Siti, akan diterima oleh siswa pada hari ini. Dinas Pendidikan menyerahkan mekanisme pengumuman kelulusan itu sepenuhnya kepada sekolah. "Masing-masing sekolah yang menentukan apakah hasilnya diumumkan melalui surat, website, atau lainnya," kata dia.
SMAN 5 Sawangan Depok mengumumkan kelulusan siswanya melalui website sekolah. Hal itu dituturkan oleh salah satu siswi, Marcia Audita. "Saya sudah mengecek jam 00.00 WIB, senang banget semuanya lulus, dan hari Senin diminta mengambil Surat Keterangan Lulus," tuturnya.
426 siswa Banten tak lulus UN
Serang (ANTARA News) - Sebanyak 426 siswa SMA/MA dan SMK di Banten tidak lulus Ujian Nasional 2012 atau sekitar 0,40 persen dari jumlah keseluruhan peserta UN SMA se-Provinsi Banten sebanyak 107.787 siswa.
"Jumlah siswa SMA/MA dan SMK se-Provinsi Banten yang lulus UN 107.361 siswa atau mencapai 99,60 persen dari jumlah peserta UN 2012," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya di Serang, Jumat.
Ia mengatakan, pihak sekolah secara serentak se-Provinsi Banten akan mengumumkan kelulusan UN SMA dan sederajat pada Sabtu (26/5) baik secara langsung melalui sekolahnya masing-masing atau secara teknis melalui surat pemberitahuan ke rumah siswa masing-masing.
"Teknis pengumuman kelulusan UN tergantung sekolah masing-masing dengan catatan berjalan dengan aman dan tertib. Kami berharap siswa tidak merayakan kelulusan secara berlebihan," kata Hudaya.
Menurut Hudaya, hasil rekapitulasi Dinas Pendidikan Provinsi Banten jumlah siswa SMA/MA/SMK se-Provinsi Banten 2011/2012 jumlah siswa yang seharusnya mengikuti UN tahun ini sebanyak 108.489. Namun peserta yang hadir atau yang mengikuti UN sebanyak 107.787 siswa.
Dari jumlah peserta secara keseluruhan tersebut, sebanyak 107.361 atau mencapai 99,60 dari jumlah keseluruhan peserta, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 426 siswa atau 0,40 yang tidak lulus. Jumlah siswa yang tidak mengikuti UN sebanyak 682 siswa.
Jumlah siswa yang tidak lulus tersebut terdiri dari siswa SMA/MA dan SMK di Kabupaten Tangerang sebanyak 202 siswa, di Kabupaten Pandeglang 98 siswa, Kabupaten Lebak 33 siswa, Kota Cilegon 32 siswa, Kabupaten Serang 23 siswa, Kota Tangerang Selayan 24 siswa, Kota Tangerang delapan orang dan dan Kota Serang enam siswa.
"Bagi siswa yang tidak lulus bisa mengikuti ujian Kejar Paket C sekitar Juni dan Oktober 2012," kata Hudaya.
jawa tengah lulus 99,86 persen
Semarang (ANTARA News) - Dinas Pendidikan Jawa Tengah mengungkapkan bahwa tingkat kelulusan siswa sekolah menengah atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) sederajat di wilayah tersebut tahun 2012 mencapai 99,86 persen.
"Kalau dibandingkan dengan tingkat kelulusan jenjang sama tahun lalu sebesar 99,71 persen, kelulusan tahun ini naik 0,15 persen," kata Kepala Disdik Jateng Kunto Nugroho di Semarang, Jumat.
Dilihat dari jumlah siswa peserta ujian nasional (UN), kata dia, tahun ini memang lebih banyak diikuti oleh 320.617 siswa SMA dan sederajat, sementara pada tahun lalu peserta hanya 308.954 siswa.
Apabila dirinci, kata dia, kelulusan siswa SMA dan madrasah aliyah (MA) mencapai 99,788 persen dari total peserta 156.466 siswa dan 332 siswa tidak lulus, mengalami peningkatan dari tahun lalu.
Persentase kelulusan SMA dan MA di wilayah Jateng pada 2011 lalu mencapai 99,590 persen dari jumlah peserta 153.356 siswa, sementara siswa yang tidak lulus sebanyak 628 siswa.
"Untuk SMK, tingkat kelulusan tahun ini 99,920 persen dari total peserta 164.151 siswa, naik jika dibandingkan dengan tahun lalu dengan kelulusan 99,818 persen dari total peserta 155.598 siswa," katanya.
"Kenaikan kelulusan SMA dan sederajat pada tahun ini merupakan hasil kerja keras dilandasi dengan prinsip kejujuran, dan pelaksanaan UN juga berlangsung kondusif, tertib, aman, dan lancar," katanya.
Bagi mereka yang tidak lulus pada tahun ini, ia mengharapkan untuk tidak berkecil hati atau putus asa, sebab mereka tetap bisa mengulang pada UN tahun depan, atau memiliki ikut ujian kesetaraan.
Daftar kolektif hasil ujian nasional (DKHUN), kata dia, sudah diserah-terimakan dari panitia pusat kepada panitia provinsi pada 22 Mei lalu, selanjutnya didistribusikan ke panitia UN kabupaten/kota.
Untuk pengumuman kelulusan yang dilakukan sekolah, ia menyebutkan tetap sesuai jadwal yang ditentukan, yakni Sabtu, 26 Mei 2012 dengan tata cara pengumuman diserahkan pada sekolah masing-masing.
"Kalau bisa jadwal pelaksanaan pengumuman di sekolah-sekolah saling berdekatan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi misaknya arak-arakan seperda motor atau corat-coret tidak perlu dilakukan," kata Kunto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar