Sebelum membahas lebih jauh tentang plot di balik Assassin’s Creed III, ada baiknya jika kami menceritakan latar belakang Perang Revolusi Amerika untuk membantu Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Setelah perang antara pasukan Perancis dan Indian berakhir di tahun 1763, 13 koloni yang terbentuk di Amerika kemudian mulai memikirkan nasib mereka sebagai sebuah bangsa. Sepertiga dari koloni ingin bergabung kembali dengan Inggris, menjadi orang Inggris, dan menyatakan kesetiaan mereka pada King George III. Mereka ini disebut sebagai The Loyalists. Sementara sepertiga yang lain menginginkan kemerdekaan sendiri dan membentuk sebuah negara baru. Kelompok inilah yang disebut sebagai The Patriots. Sementara sepertiga lainnya mengumumkan kenetralan mereka. Perang untuk menentukan nasib Amerika inilah yang disebut sebagai Perang Revolusi Amerika.
Desmond kembali harus menjelajahi memori leluhurnya untuk mencari medali yang dipercaya merupakan kunci bagi teknologi Peradaban Pertama, Satu-satunya harapan untuk menyelamatkan dunia.
Tidak serta merta berperan sebagai Connor, untuk pertama kalinya, Desmond masuk ke dalam memori dengan garis keturunan. Anda akan mendapatkan gambaran besar konflik dari kacamata sang ayah – Haytham Kenway.
Assassin’s Creed III sendiri diposisikan sebagai sekuel langsung dari seri Assassin’s Creed: Revelations yang dirilis tahun lalu. Cerita akan dibuka dari kacamata Desmond yang akhirnya menemukan sebuah tempat berteknologi The First Civilization (Peradaban Pertama), yang selama ini disebut-sebut sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan dunia, setelah ancaman badai matahari yang sudah diperingatkan semenjak seri Assassin’s Creed pertama. Namun tentu saja, seperti yang dapat diprediksikan, perjalanan heroik ini tentu saja tidak akan pernah mudah. Desmond ternyata membutuhkan sebuah medali sebagai kunci untuk mengakses teknologi penting yang satu ini. Atas alasan inilah, Desmond kembali harus masuk ke dalam Animus dan menjelajahi memori para leluhur mereka.
Namun memori tidak lantas membawa Desmond pada sosok Connor Kenway yang selama ini dipromosikan oleh Ubisoft. Anda akan menjelajahi memori dari sang Ayah – Haytham Kenway yang kini memegang medali yang berusaha didapatkan oleh Desmond. Dengan kunci yang ia dapatkan dengan membunuh salah satu petinggi di Inggris, Haytham berangkat ke Boston untuk menemukan “rumah” dari Peradaban Pertama ini. Rumah yang dapat ia buka dengan medali ini. Lewat informasi para bawahan setianya, Haytham menemukan bahwa “pintu” ini ternyata berada di dalam peradaban leluhur para suku Indian. Sesuatu yang mendorong Haytham untuk memihak mereka di dalam konflik dengan para penjajah. Pertemuannya dengan seorang wanita Indian pemberani – Kaniehti:io tentu saja membantu misi utamanya ini, namun ternyata tidak menghasilkan apapun. Yang terjadi? Haytham justru jatuh cinta padanya. Cinta yang berbuah sang karakter utama yang kita gunakan – Ratonhnhaké:ton.
Ratonhnhaké:ton – setengah British / Indian yang sejak awal hidupnya penuh dengan tragedi. Pertemuannya dengan Peradaban Pertama membawa Ratonhnhaké:ton pada takdirnya sebagai seorang Assassin.
Di bawah bimbingan Achilles Davenport, Ratonhnhaké:ton mulai belajar cara bertarung dan sejarah Assassin. Dari sosok ini pula lah, ia mendapatkan nama Connor Kenway.
Perjuangan sebenarnya dimulai ketika Connor diberi kepercayaan untuk mengenakan jubah Assassinnya. Perang untuk melawan para Templar yang berusaha mengekang potensi mimpi dan kebebasan bangsa Amerika pun dimulai.
Namun bagi Ratonhnhaké:ton, hidup adalah kesulitan yang tidak pernah berhenti. Sejak kecil ia sudah harus kehilangan ibu yang ia cintai dalam sebuah tragedi yang memilukan. Tumbuh dewasa sebagai salah satu pemburu terbaik di sukunya, Ratonhnhaké:ton mulai menemukan takdir yang lebih besar baginya. Di bawah pengaruh Apple of Eden yang dikuasai oleh sang tetua, ia menemukan panggilan sebagai seorang Assassin dari para Peradaban Pertama. Memenuhi takdirnya, Ratonhnhaké:ton belajar pada Master Assassin di kala itu – Achilles Davenport dan mewarisi semua kemampuan dan pengetahuan tentang konflik rahasia yang sudah dijalani oleh para Assassin dan Templar selama ribuan tahun. Di bawah Achilles pulalah, Ratonhnhaké:ton mendapatkan nama Connor, dan nama ayahnya – Kenway. Perang demi kepentingan para Assassin yang memperjuangkan kebebasan, melawan para Templar yang berusaha menciptakan keraturan yang absolut pun dimulai, dalam sebuah dunia, konflik, dan atmosfer yang baru.
Pertempuran melawan Para Templars pun dimulai..
Teknologi Peradaban Pertama seperti apa yang menunggu Desmond di balik pintu besar ini? Mampukah teknologi ini menyelamatkan manusia dari badai matahari yang sudah lama diramalkan?
Siapa sebenarnya sosok Haytham Kenway? Mampukah Connor menemukan dan menghancurkan para Templar yang ada di Perang Revolusi? Apa sebenarnya keinginan para Templar ini? Teknologi seperti apa yang dijanjikan oleh Peradaban Pertama di balik pintu yang berusaha dibuka oleh Desmond? Mampukah mereka menyelamatkan dunia? Satu yang pasti, semuanya akan berakhir di Assassin’s Creed III ini!
Sumber : jagatplay.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar